Cara baru cegah diabetes, libatkan kader ibu PKK

  • By USINers
  • In Ners News
  • Posted 18 Juli 2016

NERS NEWS - Dewasa ini Indonesia bahkan di dunia menjadi ancaman dari penyakit diabetes melitus. Menurut laporan WHO, Indonesia menempati urutan ke empat terbesar dari jumlah penderita diabetes melitus dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk sedangkan posisi urutan diatasnya yaitu India, China dan Amerika Serikat. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Senada dengan WHO, International Diabetes Foundation (IDF) pada tahun 2009 memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM dari 7 juta pada tahun 2009 menjadi 12 juta pada tahun 2030. Data tersebut cukup membuat keprihatinan dan menjadi sebuah ancaman bagi masyarakat Indonesia sebab Diabetes sendiri dapat dialami oleh siapa saja dari yang muda hingga yang tua. Penyebab diabetes melitus bukan hanya dari konsumsi gula berlebih namun di zaman sekarang ini penyebab terbesar dari diabetes melitus adalah pola hidup yang tidak sehat dan stress. Berangkat dari hal tersebut, kelima orang mahasiswa Universitas Airlangga membuat sebuah gagasan baru untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Ide baru yang digagas oleh Aldini Yunita Mia DIantami (Pendidikan Ners 2013), Dewi Permata Lestari (Pendidikan Ners 2013), Anjar Ani (Pendidikan Ners 2013), Yolanda Eka Maulida (Pendidikan Ners 2014),dan Oktaviani Indah Puspita (Hubungan Internasional 2015) bernama SI MANIS (Siaga Masyarakat Anti Diabetes Melitus) dengan Metode Self Check Up Blood Glucose Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Menuju Indonesia Sehat dalam Free Trade Era 2020. Cara baru ini digagal melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang proposalnya berhasil lolos dan didanai oleh Kemenristekdikti untuk kemudian dilaksanakan dengan baik.
 

Program SI MANIS ini dilaksanakan dengan cara membentuk kader kesehatan yaitu berfokus pada pencegahan Diabetes Melitus. Program ini dilaksanakan di PKK RT.3 RW.5 Desa Sidokerto Kec. Buduran Kab. Sidoarjo, hal ini dilakukan karena perempuan usia diatas 45 tahun lebih beresiko terkena Diabetes dan Kader Ibu dianggap lebih mampu dan aktif uktuk melaksanakan program kesehatan seperti ini minimal kepada keluarga. SI MANIS telah menghasilkan sepuluh orang kader yang telah dibina dan diberikan pelatihan mengenai cara mencegah diabetes. Pencegahan ini menggunakan  Metode Self Check Up Blood Glucose yaitu dengan mengecek kadar gula darah sendiri, dengan mengetahui kadar gula darah, kita bisa memantau dan tahu bagaimana harus menyikapi hal tersebut serta mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatannya sendiri. Sehingga hal ini dianggap mampu dalam mencegah dan menurunkan angka kejadian Diabetes Melitus. Kelima mahasiswa ini telah melaksanakan program ini selama 3 bulan lamanya. Mereka mengawalinya dengan memperkenalkan program terhadap ibu PKK kemudian membuat kader sejumlah sepuluh orang dan memberikannya penyuluhan tentang Diabetes Melitus untuk meningkatkan pengetahuan kader dan memberikan pelatihan mengenai cara pengecekan kadar gula darah, dari hal tersebut diharapkan kader mampu menjadi role model bagi masyarakat. Program kemudian dilanjutkan dengan membuat Focus Group Discussion dari kader ke angota PKK lain sebagai bentuk pengaplikasian ilmu yang telah kader dapatkan. Tidak hanya itu, mahasiswa membuat sebuah Talkshow dan social project yang digagas bersama dengan kader. Talkshow dan social project mengenai diabetes ini dilakukan di PKK Desa Sidoakerto, selain sebagai promosi kesehatan hal ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan program dan kader bentukan SI MANIS, harapannya program SI MANIS ini dapat contoh bahkan diterapkan kepada PKK lain dan masyarakat umum. Setelah program ini usai dilaksanakan, Aldini dkk membekali kader dengan peralatan cek gula darah berupa alat glukometer, strip, jarum lancet dan, alkohol swab dan handscoon. Kader juga dibekali dengan handbook yang berisi pengetahuan tentang Diabetes dan kartu sehat untuk memantau kadar gula darah. Selain itu kader juga sangat antusias dengan adanya program ini, bahkan mereka berinisiatif menggunakan uang kas PKK untuk membuat peralatan cek gula darah jika peralatan yang diberikan tim sudah habis. Terlaksananya program ini diharapkan kader dan masyarakat mampu mandiri dan aktif dalam pencegahan diabetes sehingga angka kejadian diabetes di Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

 

Penulis: Dewi Permata

Pin It
Hits 570

Terpopuler